poles.id – Dalam dunia pendidikan, peran tutor semakin penting, terutama dalam membantu mahasiswa memahami mata pelajaran yang kompleks seperti matematika dan filsafat. Sam Finnegan-Dehn adalah salah satu contoh nyata dari tutor yang tidak hanya mengandalkan pengalaman mengajarnya, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan kinerjanya.
Sam yang berbasis di London, menjalani profesi sebagai penggalang dana untuk sebuah lembaga amal, tetapi juga menawarkan jasa tutoring di bidang matematika dan filsafat. Melalui usaha sampingan ini, ia dapat memanfaatkan gelar yang dimilikinya di bidang filsafat dan menyampaikan kecintaannya pada subjek tersebut kepada para klien. Meskipun pertemuan dengan mahasiswa adalah bagian penting dari tugasnya, kerja yang diperlukan untuk menjadi tutor yang baik jauh lebih kompleks.
Manajemen Waktu dan Persiapan
Menyusul pertemuan tatap muka, Sam menghabiskan waktu untuk merencanakan pelajaran, mencari bahan bacaan baru, membuat tugas, mengirimkan faktur, dan mengikuti penelitian terbaru, semua itu dilakukan di luar jam kerja utamanya. Dengan berbagai tugas tersebut, Sam merasakan kendala dalam mengembangkan jumlah klien untuk tutoringnya. Untuk mengatasi masalah ini, ia mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu dalam mengelola aspek-aspek administratif bisnisnya.
Penerapan AI dalam Kegiatan Tutoring
Sam menjelaskan bahwa AI berperan sebagai asisten digital yang membantunya mencatat pengingat terkait kemajuan klien dan sumber bacaan baru. Ia menggambarkan penggunaan AI sebagai fungsi memori kedua yang membantu menghubungkan ide-ide yang telah dicatatnya di berbagai tempat. Selama berpengalaman menggunakan berbagai alat seperti Claude dan ChatGPT, Sam akhirnya memilih Notion AI karena aplikasi ini lebih cocok dengan catatan tutoring yang telah dibuatnya.
Penggunaan Notion AI untuk Meningkatkan Efektivitas
Salah satu cara Sam mengintegrasikan Notion AI dalam kegiatannya adalah dengan menggunakannya untuk merekam pertemuan dengan klien, tentunya setelah mendapatkan persetujuan dari mereka. Dari rekaman tersebut, Notion AI menyajikan ringkasan otomatis yang sangat membantu dalam merumuskan strategi pengajaran yang lebih baik. Misalnya, jika dalam ringkasan tersebut terindikasi bahwa suatu teknik tidak berhasil membantu seorang mahasiswa, Sam dapat merubah pendekatannya untuk pertemuan berikutnya.
Pengelolaan Tujuan dan Pengembangan Strategi
Notion AI juga memfasilitasi Sam dalam pengaturan tujuan, menyusun catatan pelajaran, membuat faktur, serta menghasilkan dan menyinkronkan pos media sosial. Dalam hal pengaturan tujuan, Sam memahami aspirasi jangka panjang untuk bisnisnya, tetapi terkadang tidak memiliki langkah konkret untuk mencapainya. Dengan bantuan AI, ia dapat mengisi kekosongan tersebut. Prosesnya dimulai dengan menuliskan “North Star” goal, seperti jumlah klien yang diinginkan hingga akhir tahun. Selanjutnya, ia meminta AI-nya untuk menghasilkan langkah-langkah yang perlu diambil berdasarkan profil yang telah terbangun dalam aplikasi tersebut, dan kemudian ia dapat mengevaluasi hasilnya untuk menentukan tugas mana yang akan diutamakan.
Kesimpulan
Penggunaan kecerdasan buatan dalam praktik tutoring Sam Finnegan-Dehn menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan efektivitas dalam pendidikan. Dengan memanfaatkan alat seperti Notion AI, ia dapat lebih fokus pada proses pengajaran dan strategi pengembangan bisnisnya. Hal ini menjadi contoh yang menunjukkan bahwa kolaborasi antara manusia dan teknologi bisa menghasilkan hasil yang lebih baik dalam dunia pendidikan.