poles.id – Dalam situasi perang dagang yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan China, langkah terbaru yang diambil oleh China menargetkan industri film Amerika. Dalam sebuah pernyataan, Administrasi Film Nasional China mengungkapkan bahwa mereka akan membatasi jumlah film Amerika yang diimpor, mengikuti aturan pasar dan menghormati pilihan penonton lokal. Ini menunjukkan bahwa China tidak hanya merespons melalui perdagangan barang, tetapi juga berupaya memengaruhi sektor budaya.

Para pengamat mencatat bahwa keputusan ini muncul setelah kabar dari blogger berpengaruh di China yang menyebutkan kemungkinan larangan total terhadap film-film Amerika. Namun, perlakuan yang lebih moderat dari China mungkin akan membatasi dampak ekonomi pada Hollywood. Meskipun begitu, tindakan ini menjadi sinyal jelas bahwa China bersedia menargetkan kepentingan budaya Amerika sebagai balasan terhadap kebijakan tarif yang dikeluarkan oleh pemerintah Trump.

Industri film China telah mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, mencapai total pendapatan lebih dari $9 miliar pada 2019, berkat ketertarikan terhadap film-film besar Hollywood. Namun, kini film lokal mulai mendominasi pasar dengan kontribusi sekitar 80% terhadap box office tahunan mereka. Film animasi “Ne Zha 2” yang dirilis baru-baru ini menjadi bukti kekuatan industri lokal, berhasil meraup hampir $1,9 miliar.

Meskipun potensi larangan film Amerika tidak akan berdampak langsung mematikan bagi studio-studio besar di AS, kehilangan akses ke pasar China yang menguntungkan tetap menjadi tantangan besar. Dengan harga tiket yang tinggi dan jumlah penonton yang besar, pasar film China tetap penting meskipun ada pergeseran preferensi penonton menuju film lokal. Kejadian ini mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut dalam hubungan ekonomi kedua negara.

By admin poles.id