poles.id – RGG Studio sedang mempersiapkan peluncuran game terbaru mereka, “Stranger Than Heaven”, yang merupakan prekuel dari seri Yakuza atau “Like a Dragon”. Game ini diharapkan akan membawa perubahan signifikan dalam sistem pertarungan, menghadirkan pengalaman yang lebih menantang dan realistis bagi para pemain. Informasi ini mencuat dalam acara BiliBili Game First Look yang diadakan di Shanghai, di mana sejumlah pengamat dan jurnalis game berkesempatan untuk mencoba demo pertarungan dari game ini.
Pengenalan Gameplay Baru
Gameplay “Stranger Than Heaven” mengusung sistem pertarungan yang sepenuhnya baru. Dalam demo yang dimainkan, pertarungan berbasis brawler ini mengharuskan pemain untuk beradaptasi dengan gaya bermain yang tidak sama seperti sebelumnya. Beberapa peserta yang mencoba demo ini merasakan kesulitan pada awalnya, namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai merasakan kepuasan dari sistem baru yang kompleks dan lebih mendalam. Meskipun ada kesulitan awal, beberapa pemain percaya bahwa perubahan ini akan menyegarkan formula pertarungan yang telah ada sebelumnya.
Dalam demo ini, pemain mengontrol karakter utama, Makoto Daito, menggunakan empat tombol di bagian atas kontroler untuk mengendalikan kedua tinjunya. Sistem ini memerlukan pemain untuk tidak hanya mengantisipasi serangan musuh, tetapi juga merespons dengan cepat dengan serangan balik yang tepat. Pendekatan baru ini, meski menuntut latihan, memberikan pengalaman yang lebih memuaskan dibandingkan dengan pertarungan yang lebih sederhana pada game sebelumnya dalam seri Yakuza.
Perubahan Signifikan dalam Dinamika Pertarungan
Pertarungan di “Stranger Than Heaven” juga mencerminkan perubahan yang mendalam dalam desain mekanik. Pemain dihadapkan pada situasi yang lebih realistis dengan kontrol yang lebih tepat, memberikan perasaan bahwa setiap pertarungan adalah perjuangan yang nyata. Contohnya, saat Makoto digunakan alat seperti crowbar, pemain masih bisa mengendalikan satu tangan sementara melakukan aksi lain, menciptakan dinamika yang unik dalam pertempuran melawan beberapa musuh sekaligus.
Namun, tantangan ini juga datang dengan beberapa masalah. Beberapa pemain melaporkan gangguan dalam mekanisme penguncian lembut yang seharusnya mengarahkan Makoto ke musuh, membuatnya terkadang menyerang ke arah yang tidak diinginkan. Selain itu, beberapa serangan dengan senjata berat terasa sedikit lambat, meskipun secara keseluruhan, sistem pertarungan ini mendapat sambutan positif.
Inovasi dalam Fitur dan Setting Cerita
“Stranger Than Heaven” mengambil latar cerita dari tahun 1915 hingga 1965, membawa pemain melalui perubahan signifikan dalam setting. Dengan waktu yang melintasi lima dekade, diharapkan terdapat variasi dalam kegiatan sampingan yang ada. Meskipun sejumlah elemen khas seperti karaoke tetap ada, pertanyaan muncul tentang inovasi mini-games yang akan diperkenalkan. Apakah akan ada permainannya yang berkaitan dengan pachinko atau aktivitas lainnya yang merefleksikan era tersebut?
Kemampuan karakter utama untuk merekam suara dan mengubahnya menjadi komposisi musik juga menambah lapisan baru dalam gameplay. Pendekatan interaktif ini diharapkan menjadi lebih mendalam dibandingkan dengan elemen lama yang telah digunakan berulang kali dalam permainan sebelumnya. RGG Studio tampaknya berusaha untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi cerita dan pengalaman yang ditawarkan kepada pemain di dunia “Stranger Than Heaven”.
Kesimpulan
Dengan peluncuran yang dijadwalkan pada awal tahun depan, “Stranger Than Heaven” memberikan harapan untuk penyegaran serius dalam seri Yakuza. Meskipun ada beberapa kekurangan di presentasi awalnya, sistem pertarungan yang disegarkan menunjukkan potensi besar. Di tengah ekspektasi yang tinggi, banyak yang berharap bahwa RGG Studio tidak hanya mempersembahkan pengalaman yang lebih dari sekadar sekuel biasa, tetapi juga sesuatu yang benar-benar baru dan menarik dalam dunia gaming. Kombinasi dari storytelling yang mendalam, inovasi dalam gameplay, dan setting yang kaya diharapkan akan membuat “Stranger Than Heaven” menjadi salah satu judul yang patut ditunggu-tunggu.