poles.id – Kontroversi mengenai iklan terbaru aktris Sydney Sweeney untuk merek American Eagle semakin meluas, terutama setelah komentar dari mantan Presiden Donald Trump. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump memuji Sweeney, yang ia sebut sebagai “Republikan terdaftar,” dan menyebut iklan tersebut sebagai salah satu yang terbaik saat ini, sekaligus mengatakan bahwa produk jeans dari American Eagle sedang laris di pasaran. Unggahan tersebut ikut berkontribusi pada lonjakan nilai saham perusahaan.
Ini bukan pertama kalinya Trump memberikan dukungan kepada Sweeney. Sebelumnya, dalam percakapan dengan wartawan, ia mengungkapkan ketertarikan pada iklan Sweeney setelah mengetahui bahwa aktris tersebut adalah seorang Republikan. Sweeney sendiri telah menjadi sorotan publik, terutama karena perannya dalam serial HBO “Euphoria.”
Namun, iklan tersebut juga mengundang berbagai kritik. Banyak netizen menilai pesan yang disampaikan dalam iklan tersebut mengandung unsur diskriminatif, yang bisa dianggap merendahkan aspek warisan budaya tertentu. Sebagian pengamat menganggap bahwa iklan ini menampilkan pemujaan terhadap karakteristik fisik tertentu, yang berpotensi memicu perbincangan tentang supremasi ras.
Beberapa tokoh politik bahkan ikut memberikan respons. Direktur komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, mengritik para penentang iklan tersebut, menyebut tanggapan mereka sebagai contoh budaya ‘cancel’ yang berlebihan. Para komentar bipartisan ini menunjukkan betapa kompleksnya isu yang muncul dari sebuah iklan denim sederhana.
Menghadapi kritik yang kian menguat, banyak yang mempertanyakan apakah seharusnya iklan ini menjadi sumber perdebatan besar. Kasus Sweeney menggambarkan bagaimana isu kecil bisa berkembang menjadi diskusi yang lebih besar mengenai politik, ras, dan budaya.