poles.id – Dalam acara Build yang berlangsung pada Senin malam, Kepala Teknologi Microsoft, Kevin Scott, membahas tantangan yang dihadapi dalam pengembangan alat kecerdasan buatan (AI). Scott menekankan pentingnya menemukan cara agar kemampuan baru ini menjadi lebih berharga dan bisa digunakan oleh masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa psikologi manusia sering kali menghambat adopsi teknologi baru.

“Orang perlu melihat bukti bahwa cara baru ini lebih baik daripada yang sudah mereka kenal,” ungkapnya. Menurut Scott, ketika berhadapan dengan AI yang bersifat otonom, kepercayaan dari pengguna sangat diperlukan. Ia menjelaskan bahwa tanpa adanya kepercayaan terhadap perangkat lunak, pengguna tidak akan bersedia menyerahkan kontrol perangkat mereka kepada asisten otonom.

Lebih lanjut, Scott juga menyatakan bahwa menciptakan alat yang menggunakan kecerdasan buatan tidak serta merta menjadikannya berguna. “Hanya karena Anda menggunakan AI untuk menghasilkan banyak aktivitas, tidak berarti aktivitas tersebut memiliki nilai,” tegasnya, sembari mengingatkan pengalaman pribadinya ketika membuat aplikasi chat meme yang hanya bertujuan untuk mengganggu anak-anaknya.

Melalui pernyataan ini, Scott mendorong pengembang untuk lebih memikirkan tentang keandalan dan kegunaan dari perangkat lunak yang mereka buat. Menurutnya, membangun perangkat lunak yang dapat dipercaya adalah langkah awal agar teknologi AI dapat diterima dan digunakan secara luas oleh masyarakat. Ke depan, diharapkan ada solusi yang dapat meningkatkan kepercayaan dan nilai dari teknologi-teknologi berbasis AI ini, agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

By admin poles.id