poles.id – Dan Houser, salah satu pendiri Rockstar Games, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya mengenai pengalaman bermain game yang lebih bersifat eksplorasi dibandingkan fokus pada penyelesaian cerita. Dalam diskusi di Festival Tribeca di New York, Houser menekankan bahwa yang terpenting adalah pemain menikmati dunia yang telah ia ciptakan, terlepas dari apakah mereka menyelesaikan cerita atau tidak.

Pandangan Baru tentang Penyelesaian Cerita

Houser menjelaskan bahwa bagi dirinya, kepuasan pemain adalah hal yang utama. “Jika seseorang menikmati sebuah game, itu sudah cukup,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa meski ia pribadi akan senang jika pemain menyelesaikan cerita, indikator keberhasilan utamanya adalah seberapa besar pemain terlibat dan bersenang-senang dengan gameplay yang ada. “Kami ingin Anda merasakan pengalaman dalam cerita yang telah kami ciptakan,” ungkap Houser.

Pengalaman Terjun ke Dalam Dunia Game

Dalam dialog tersebut, Houser juga mengisyaratkan pentingnya komponen lain dalam game, seperti sistem interaksi yang ada. Ia berpendapat bahwa bagian paling menarik dari game adalah pengalaman yang didapat ketika pemain berinteraksi dengan dunia, bukan hanya mengikuti alur cerita yang ditulis. Ia menjelaskan bahwa esensi dari sebuah game open world adalah memberikan kebebasan bagi pemain untuk menjelajahi dan melakukan aksi-aksi kreatif.

Integritas dalam Desain Game

(…). Ia menegaskan bahwa mereka mendorong pemain untuk merasakan kebebasan dalam bermain, meskipun tetap ada panduan yang disediakan. “Ada semacam magis ketika Anda melompat dari gedung atau membuat keputusan yang tak terduga,” kata Houser, menggarisbawahi bahwa pengalaman pemain adalah fokus utama dari desain game mereka.

Kesulitan dalam Membuat Karakter dan Dunia yang Unik

Lazlow, rekan kerja lama Houser, berbagi pandangannya tentang tantangan dalam menciptakan dunia satir yang mampu mencerminkan realitas. Dalam proses desain, mereka sering merasa bahwa banyak ide yang tampak terlalu fantastis untuk menjadi kenyataan. “Kita semua tahu bagaimana satir bisa berlebihan. Terkadang, apa yang kita ciptakan terlihat gila sampai kenyataan sebenarnya justru menyusul,” ujarnya.

Dia memberi contoh tentang karakter-politisi yang dibuat di GTA yang awalnya tampak terlalu konyol untuk diterima masyarakat. “Kami pernah membuat seorang mantan stuntman yang mencalonkan diri, mengatakan hal-hal konyol yang tidak pernah kami bayangkan bisa menjadi kenyataan,” ungkapnya.

Kesimpulan

Dalam percakapan yang penuh wawasan ini, diketahui bahwa filosofi dari Dan Houser dan Lazlow adalah menciptakan pengalaman yang lebih bersifat interaktif dan menyenangkan bagi para pemain, di atas segalanya. Mereka percaya bahwa kebebasan berkreasi dalam dunia game adalah yang paling bernilai. Seiring dengan proyek baru yang sedang dikembangkan oleh Absurd Ventures, mantan co-founder Rockstar Games ini menunjukkan bahwa industri game masih memiliki potensi besar untuk berevolusi dan memberikan pengalaman baru yang lebih menarik.

By admin poles.id