poles.id – Apple telah memperbarui perangkat keras Vision Pro dengan chip M5, serta memperkenalkan versi terbaru VisionOS yang diumumkan dalam acara WWDC. Salah satu fitur baru yang paling menarik adalah Visual Intelligence, sebuah teknologi kecerdasan buatan yang peka kamera. Fitur ini diharapkan dapat menyempurnakan fungsi kacamata pintar yang diprediksi akan dirilis tahun depan.
VisionOS 27 kini tersedia dalam versi beta untuk developer, dengan sejumlah pembaruan kecil yang akan meningkatkan pengalaman pengguna headset ini. Fitur AI berbasis visi menjadi salah satu sorotan utama, di mana Siri akan dapat menjawab pertanyaan pengguna serta mengenali objek di lingkungan sekitarnya. Ini menjadi langkah penting bagi Apple, meskipun teknologi serupa sudah ada pada headset Samsung Galaxy XR yang diluncurkan sebelumnya.
Berbeda dengan fungsi live yang ditawarkan oleh pesaing, Siri dalam VisionOS 27 hanya menangkap gambar sesaat dari apa yang terlihat pengguna. Selain itu, terdapat fitur pengubahan foto panoramik menjadi latar belakang 3D dan cara baru untuk menampilkan objek 3D dari aplikasi Mac di dalam Vision Pro, yang diharapkan dapat membantu alur kerja kreatif.
Meskipun terdapat beberapa inovasi, Apple masih belum mengembangkan aplikasi inti baru untuk Vision Pro, dan tampaknya tetap bergantung pada koneksi dengan Mac sebagai teman terbaik. Dengan harga sekitar $3,500, perangkat ini perlu lebih dari sekadar pembaruan kecil untuk menarik pengguna baru, terutama di tengah pergeseran ke perangkat kacamata pintar.
Sejumlah pengamat berpendapat bahwa masa depan Vision Pro terancam seiring dengan munculnya kacamata pintar. Namun, kemampuan perangkat kerasnya dapat melakukan berbagai hal yang belum dapat dilakukan oleh kacamata lain saat ini. Pengguna berharap agar Apple dapat memaksimalkan potensi perangkat ini lebih jauh.