poles.id – Pengunjung Grand Canyon National Park diingatkan tentang suhu ekstrem yang akan melanda daerah tersebut awal minggu depan, menyusul beberapa insiden terkait cuaca panas, termasuk kematian tiga pendaki. National Weather Service (NWS) telah mengeluarkan peringatan panas ekstrem mulai Senin siang hingga Selasa, dengan suhu diperkirakan mencapai 110 derajat Fahrenheit (43 derajat Celsius) di Phantom Ranch, titik rendah di canyon.

NPS mengimbau masyarakat untuk menghindari pendakian pada siang hari, mengingat adanya lonjakan insiden terkait suhu panas. Sebelumnya, pada 16 Juni, dua pendaki berusia 67 dan 68 tahun ditemukan meninggal di North Kaibab Trail, yang dikenal sebagai trek tersulit di canyon, diduga akibat gejala penyakit terkait panas. Seorang pendaki lain berusia 72 tahun juga meninggal pada 12 Juni di South Kaibab Trail setelah sakit karena cuaca panas.

Di lokasi lain, sekitar 90 mil (145 kilometer) sebelah selatan, kebakaran hutan terjadi di Oak Creek Canyon, memaksa evakuasi penduduk dan pengunjung pada Jumat malam. Kebakaran ini melanda lebih dari 300 hektar daerah berbukit dan terjal di dekat Sedona. Tim interagen federal dan agen lokal tengah berupaya memadamkan api agar tidak meluas ke daerah pemukiman.

Para pejabat memperingatkan bahwa kondisi hiking di Grand Canyon dapat menipu. Suhu di pinggiran seringkali 20 hingga 25 derajat lebih sejuk dibandingkan dengan bagian bawah canyon. Pendaki diperbolehkan merasakan suhu yang lebih dingin saat menuruni jalur, namun harus menghadapi temperatur yang jauh lebih panas saat climbing kembali ke atas, yang dapat memicu gejala penyakit akibat panas.

Dari sisi kebakaran, tantangan seperti kemiringan tanah, potensi banjir pasca kebakaran, dan risiko terkait membuat situasi semakin rumit. Pegunungan di sekitar juga terancam akibat kebakaran, dan semua lokasi perkemahan serta jalur pendakian di area tersebut ditutup sebagai tindakan pencegahan.

By admin poles.id