poles.id – Dalam langkah inovatif untuk meningkatkan akses pasien dan mempercepat penyampaian layanan kesehatan, HSS (Hospital for Special Surgery) kini mulai menerapkan agen kecerdasan buatan (AI) di sektor non-klinis. Layanan penjadwalan dan triase yang baru ini dirancang untuk mempermudah komunikasi antara pasien dan penyedia layanan kesehatan, dengan dukungan AI canggih sebagai bagian dari kolaborasi dengan Ema Unlimited, sebuah pengembang AI terkemuka.

Penerapan Layanan AI di HSS

Layanan ini dapat diakses sepanjang waktu melalui berbagai kanal, termasuk web, teks, dan telepon. Dengan menggunakan AI percakapan, sistem ini mampu mengajukan pertanyaan klarifikasi mengenai kondisi kesehatan pasien, kemudian menjadwalkan pertemuan dengan clinician yang sesuai. Proses penjadwalan ini mempertimbangkan berbagai faktor, seperti lokasi, cakupan asuransi, dan ketersediaan dokter. Dr. Barad, salah satu pemimpin proyek ini di HSS, menekankan bahwa sistem ini “menyelesaikan seluruh siklus”, memberikan kemudahan akses kepada pasien untuk mendapatkan pengetahuan dari para ahli terkemuka di bidangnya.

Keamanan dan Auditabilitas dalam Layanan Kesehatan

Mengingat keputusan penting yang dibebankan kepada agen AI, layanan triase ini telah dilengkapi dengan berbagai pengaman. Situasi yang kompleks atau sensitif akan langsung dibawa ke perhatian spesialis manusia. Setiap keputusan yang diambil oleh agen AI dapat diaudit dan staf manusia tetap bisa intervensi kapan saja. Data pasien dijamin keamanannya, dan sistem ini didesain untuk mematuhi semua protokol, kebijakan, dan jalur perawatan yang ditetapkan oleh HSS.

Dengan menempatkan manusia di dalam loop, teknologi dari Ema berusaha menyeimbangkan antara otomatisasi yang efisien, keamanan patient-centric, dan pengambilan keputusan yang diinformasikan oleh manusia. Dr. Barad mencatat bahwa saat teknologi ini semakin banyak diterapkan, penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk memastikan bahwa sistem mereka dilengkapi dengan pengaman yang memadai.

Perubahan dalam Sistem Berbasis AI

Dr. Barad juga merencanakan pembentukan laboratorium AI khusus di kampus utama HSS yang berlokasi di New York City. Langkah ini bertujuan untuk mendemokratisasi akses terhadap teknologi AI di seluruh organisasi. Laboratorium tersebut akan terbuka bagi semua staf yang berminat untuk mempelajari atau membangun agen AI, disertai dengan kelas informatif dan pelatihan satu-satu.

Konteks ini sejalan dengan temuan penelitian oleh Deloitte yang menunjukkan bahwa penyedia layanan kesehatan yang memanfaatkan AI secara proaktif cenderung memilih solusi multi-agen, mendesain ulang alur kerja dari ujung ke ujung daripada hanya berfokus pada solusi terbatas atau kasus penggunaan individual.

Pentingnya Strategi Data yang Terintegrasi

Penting untuk mengintegrasikan agen AI di seluruh organisasi, memperlakukannya sebagai teknologi umum yang dapat digunakan di berbagai area. Menurut Dr. Barad, “Sangat keliru jika kita memandang AI sebagai sekadar aplikasi spesifik… Ini adalah teknologi umum, serupa dengan listrik.” Dalam praktiknya, lembaga kesehatan perlu menetapkan dasar yang tepat agar dapat meraih nilai tambah dari teknologi AI.

Salah satu langkah kunci adalah menciptakan strategi data terpadu yang mengintegrasikan sumber data terfragmentasi di seluruh organisasi. Di banyak lembaga kesehatan, data sering kali terpecah ke dalam berbagai departemen, masing-masing dengan sistem IT yang berbeda. Fragmentasi ini dapat menghalangi agen AI dalam mengambil informasi dari berbagai sumber dan aplikasi yang ada.

Dengan mendorong interoperabilitas yang lebih besar di HSS, agen AI yang berhadapan langsung dengan pasien dapat mengakses riwayat perawatan klinis pasien serta rekomendasi yang ada dari clinician, mengombinasikan informasi ini dengan gejala terkini. Dengan demikian, sistem dapat menentukan apakah situasi tersebut perlu diangkat ke spesialis yang tepat sebelum memberi informasi kepada pasien.

Kesimpulan

Inisiatif penerapan agen kecerdasan buatan HSS di sektor non-klinis menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan efisiensi layanan kesehatan dan memudahkan akses pasien. Melalui layanan yang didasarkan pada teknologi AI ini, diharapkan bisa terwujud standar pelayanan yang lebih baik, menjamin keamanan data pasien, serta mengurangi beban kerja clinician. Dalam konteks perkembangan teknologi yang cepat, komitmen terhadap pengintegrasian AI ke dalam layanan kesehatan menunjukkan potensi besar untuk perubahan positif di masa depan.

By admin poles.id