poles.id – Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat mengumumkan pembatalan sebagian besar kontrak yang tengah berjalan yang dimulai pada masa jabatannya mantan Sekretaris Kristi Noem. Pengumuman ini disampaikan oleh Sekretaris Markwayne Mullin pada sebuah sidang di Dewan Perwakilan Rakyat AS pada 3 Juni. Langkah ini diambil setelah adanya pengawasan dari Kongres serta hasil tinjauan dari pengawas internal terkait praktik pengadaan yang diterapkan di era Noem.
Dalam sidang tersebut, Mullin juga menyatakan rencananya untuk mengembalikan durasi pelatihan bagi petugas imigrasi federal yang sebelumnya dipersingkat saat peningkatan perekrutan. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran bipartisan di Kongres mengenai kesiapan calon petugas. “Kami sedang meninjau kontrak yang belum ditandatangani, dan kami telah membatalkan sebagian besar dari kontrak tersebut,” ujar Mullin.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya lebih luas oleh Mullin untuk menangani praktik kontrak yang mendapatkan kritik, termasuk dari anggota partai yang sama. Noem dipecat oleh Presiden Donald Trump pada Maret lalu seiring berkurangnya dukungan publik terhadap kebijakan pengetatan imigrasi.
Di sisi lain, Mullin menjelaskan bahwa untuk kontrak yang sudah diselesaikan, pembatalan tidak dapat dilakukan dengan mudah. Dia juga menyebut bahwa beberapa investigasi aktif sedang berlangsung oleh Kantor Inspektur Jenderal. Sementara itu, Ketua Komite Dewan Perwakilan Rakyat Bennie Thompson menyatakan pentingnya tindakan tegas jika ditemukan masalah dalam proses kontrak.
Mullin menambahkan bahwa departemennya akan mengembalikan pelatihan selama 72 hari bagi calon petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS. Selain itu, ia membela penggunaan pesawat yang dibeli selama kepemimpinan Noem, dengan alasan bahwa pesawat tersebut diperlukan untuk komunikasi yang aman.