poles.id – Permasalahan hukum yang mencuat di antara Krafton, penerbit game, dan Unknown Worlds, pengembang game Subnautica 2, berlanjut setelah diketahui bahwa Krafton setuju untuk membayar bonus sebesar $250 juta kepada mantan pemimpin Unknown Worlds. Hal ini terjadi menyusul penjualan fantastis Subnautica 2 yang telah mencapai lebih dari 4 juta salinan setelah peluncuran akses awalnya pada 14 Mei, dengan puncak pemain bersamaan yang mencapai 467.000 di Steam.
Drama di Balik Pengembangan Subnautica 2
Pembangunan Subnautica 2 tidak lepas dari kontroversi. Tahun lalu, Krafton memecat CEO Unknown Worlds, Ted Gill, bersama beberapa anggota senior tim lainnya. Krafton menjelaskan bahwa penundaan peluncuran game tersebut disebabkan oleh keputusan Gill, meskipun tim telah bekerja keras untuk merilis versi akses awal yang membuat mereka memenuhi syarat untuk menerima bonus $250 juta.
Menyusul pemecatan tersebut, Gill dan rekan-rekannya mengajukan gugatan melawan Krafton. Mereka berargumen bahwa pemecatan itu sengaja dilakukan untuk menghindari pembayaran bonus. Sementara itu, Krafton menanggapi bahwa mantan staf tersebut “mengajukan gugatan untuk mendapatkan pembayaran multimiliun dolar yang tidak mereka peroleh.” Pihak Krafton juga menuduh mereka telah mencuri dokumen sebelum pemecatan, menambah kompleksitas situasi ini.
Kemenangan Hukum dan Pemberian Bonus
Pada bulan Maret, pengadilan memerintahkan Krafton untuk mengembalikan posisi Gill serta memperpanjang bonus $250 juta kepada staf, sebuah keputusan hukum yang dinilai sangat signifikan dalam industri game. Baru-baru ini, berita dari media bisnis Korea Selatan menyatakan bahwa Krafton kini telah setuju untuk membayar bonus tersebut.
Menurut perkiraan, Subnautica 2 berhasil menghasilkan $100 juta hanya dalam waktu seminggu, menjadikannya sebagai game terlaris di Steam untuk tahun 2026 sejauh ini. Menyusul kesepakatannya, Krafton kini dihadapkan pada kewajiban untuk membayar $250 juta kepada pemegang saham mantan Unknown Worlds setiap kali pendapatan studio itu melonjak di atas $69,8 juta per bulan.
Risiko dan Strategi Manajerial
Selama perjalanan hukum ini, beberapa fakta mengejutkan terungkap mengenai tindakan internal Krafton menjelang perilisan Subnautica 2. CEO Krafton, Changhan Kim, merasa bahwa dewannya telah melakukan “kesepakatan buruk” dan merasa “tertipu” oleh perjanjian earnout tersebut. Meskipun ada peringatan dari departemen hukum bahwa bonus itu perlu dibayarkan meskipun ada pemecatan dengan alasan tertentu, keputusan untuk melibatkan AI dalam proses pengambilan keputusan semakin menambah warna dalam kasus ini.
Kim bahkan beralih ke ChatGPT untuk saran. Meskipun pada awalnya menyebut bahwa menghapus earnout akan sulit, saran tersebut kemudian mengarahkan pembentukan sebuah tim internal yang dikenal dengan sebutan Proyek X. Tugas tim tersebut adalah untuk merundingkan kesepakatan atau mengambil alih Unknown Worlds. Tim tersebut bertujuan untuk memperpanjang waktu bagi Krafton untuk mengatasi situasi ini.
Kesimpulan
Ketegangan yang terjadi antara Krafton dan Unknown Worlds memberikan gambaran mendalam tentang dinamika yang ada di industri game. Keputusan untuk mengeluarkan pembayaran bonus sebesar $250 juta menunjukkan kesungguhannya untuk mengatasi situasi dan mempertahankan reputasi perusahaan. Di tengah berbagai kontroversi, kesuksesan komersial Subnautica 2 menambah lapisan kompleksitas dalam diskusi mengenai kepemilikan, imbalan, serta keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.